Thursday, January 31, 2008

Young And Famous Guide: How To Be CINTA LAURA In 10 Minutes

Ingin seperti idola anda, Cinta Laura?? Sebelumnya, mari kita ikuti kursus singkat berbicara ala Cinta Laura. Btw, yang berwarna merah adalah komentar saya.


"Kata mama aku, perfume itu wanginya gak longlasting. .. jadi mendingan kasi bracelet from platina" - Cinta Laura (Sukur-sukur dikasih.... Masih pengen request.)

"Aku pengen ke America atau ke England kalau udah masuk ke university. Kalau di England pengen ke Oxford, kalau di Amerika pengen ke Harvard atau Yale atau Princeton" - Cinta Laura (Kalo aku pengen ke Amsterdam atau Bangkok. Kalo di Amsterdam pengen ke Red Light District. Kalo di Bangkok pengen ke Patpong)

"Banyak orang-orang yang ikut dunia entertainment langsung drop out of school, itu menurut aku that's really really stupid. Soalnya mereka nggak pikirin long term" - Cinta Laura (Menurut aku, yang really really stupid itu pemain bola. Masa bola satu dikejar-kejar 22 orang?? --- guyonan basi)

"Aku gak suka dengan istilah boyfriend.. Aku lebih suka disebut teman dekat.. Teman buat punching, running, lari lari kecil ..." – Cinta Laura (Teman lari-lari kecil?? Anjing maksudnya?!?!!?)

"Not all beautiful people bisa menjadi famous"- Cinta Laura (Tentunya... liat aja Tukul)

" Bahasa Indonesia saya buruk sekali, jadi Cinta will be going to Australia to improve Bahasa Indonesia Cinta "- Cinta Laura (Saya juga mo ke Perancis to improve bahasa Korea saya. Annyeong haseyo!!)

"Udah ujan, becek, gak ada ojek...." -Cinta Laura (trus nyebrang banjir naek getcek, jadi bau ketcek dey)

"Aku ada masalah dengan gastrow aku, jadi gak bisa puasa...." - Cinta Laura (Hah!! Ada masalah apa dengan Dian Gastrouwardoyo??!!! Duh, aku ngefans banget loh sama dia...)

“Aku kalow di dalam negeri sukanya liburan ke Bali karna aku punya apartmen disana” - Cinta Laura (Aku juga suka ke Bali, soalnya banyak bule topless disana... Kamu di Bali nggak topless kan Cinta?)

“Aku udah keliling keliling dunia, ke London, German and several countries karena papaku General Manager di Hyatt” - Cinta Laura (Really?! Bisa titip CV ke kamu nggak?)

“Cinta mengucapkan selamat puasa semuanya. Rock on! “- Cinta Laura (Met puasa juga Cinta. Dangdut on!!)

“Makanan favorit Cinta tuh, cuna syusyi (tuna sushi maksudnye…)” - Cinta Laura (Kapan-kapan kita bisa makan bareng di syusyi cey dong. -- Maksudnya Sushi Tei)

“Kamu nggak cocok pake logat English karena kamu dari kecil tinggal di Indonesia“ - Cinta Laura pada Samuel, artis ABG berwajah Indo tapi lahir & besar di indonesia. (Lah... kamu bukannya orang Bogor? Seperti akyu... Akyu tau loh rumah kamu dimana. Jangan boong lagi yah?)

“Cinta ingin berhenti waktu career Cinta sedang naik, biar tetap dikenang so kalau orang-orang mengingat Cinta itu 'oh my God, Cinta Laura…'” - Cinta Laura (lanjutannya: "Oh my God, Cinta Laura... kamu aktris yang *ga tega nerusinnya*??")

“Cinta mengajar di sekolah untuk anak-anak ini karena pendidikan di Indonesia masih kurang dibandingkan dengan di German. Indonesia kan negara miskin, banyak orang-orangnya masih bodoh, tidak sekolah” - Cinta Laura (Kamu jangan ngajarin yang nggak bener ya??)

“Waktu Cinta study tour ke India dari sekolah disana negaranya lebih kotor, banyak orang-orang miskin, rumah-rumah jelek di pinggir jalan. Orang-orang tidur di stasiun kereta, iuuugghhh…..” - Cinta Laura (Waktu aku studi tour ke Wonosobo aku terkejut. Soalnya kamar mandi hotelnya ada di dalem lemari...)

“Dari kecil papa sudah punya banyak mobil waktu di German kita punya 5 mobil tapi karena garagenya tidak cukup jadi papa menjual mobil-mobil itu tinggal 2. Tapi aku paling suka yang Audi A4….”- Cinta Laura (Aku lebih suka naek Patas AC, soalnya adem. Cuman goceng lagi...)

"Kata papa aku gak boleh beli obat-obat di warung soalnya itu gak natural" - Cinta Laura (Mendingan kayak aku aja, beli obat-obatan di BD. Mau aku kenalin? Dia masih di Cipinang loh.)

"Terserah orang mau bilang apa (tentang aku), aku sih chill-chill aja..." - Cinta Laura (Asal nggak Chill-Chill jadi manten aja yah....)

source: milis & infotainment

Read More......

Thursday, January 24, 2008

Palos Verdes Blue dan Atap Kaca

"Pernah terbayangkan seandainya kita berada dalam sebuah ikatan cinta?"


Pertanyaan semacam itu bukanlah pertanyaan yang bisa ditanyakan kapan saja dan kepada siapa saja. Karena efek dari pertanyaan tersebut bisa luar biasa dampaknya bagi kebanyakan orang. Apalagi kalau yang bertanya adalah orang yang selama ini seperti berada di balik sisi atap kaca yang berbeda dengan kita. Kita selalu dekat, bisa tertawa bersama, bisa mengagumi keindahannya yang bak Kupu-kupu Palos Verdes Blue yang langka, anggun dan cantik. Tapi.... Tak terjangkau. Out of reach. Terhalang atap kaca.



Well... Palos Verdes Blue yang tampak indah dan rapuh itu melontarkan pertanyaan tersebut beberapa malam lalu. Dari sebuah celah kecil di sudut atap kaca yang mulai meretak.

Reaksi saya yang paling dominan adalah bingung. Jantung saya tiba-tiba berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya. Salah tingkah, mati gaya apalah namanya menghampiri saya.

Ya. Dia tau saya semenjak dulu ingin memetiknya. Tapi - dengan segala jurus dan usaha bodoh mempertahankan harga diri yang pernah terkoyak - saya selalu mengelak dari tuduhan-tuduhannya kalau saya selama ini sebenarnya ingin sekali menangkapnya dan menyimpannya di dalam taman kecil asri di depan teras hati saya. Karena Palos Verdes Blue yang anggun tak selayaknya berada di belantara asap berbau busuk menyengat.



"Pernah ," jawab saya sekenanya seolah-olah kalimat tersebut keluar dari mulut saya tanpa beban yang langsung saya sambung dengan pertanyaan lagi, "Kamu sendiri pernah memikirkan hal itu?"

Detik demi detik berlalu... Kupu-kupu tak kunjung menjawab. Saya menduga ia akan menjawab "Tidak.". Karena mana mungkin ia mau turun dari langit menembus atap kaca dan pindah ke taman saya yang mungil.

"Tidak pernah....."

Sigh... sudah bisa ditebak. Detak jantung saya - mau tidak mau - kembali normal, hingga saat ia melanjutkan kalimatnya.

"Aku tidak perlu memikirkannya. Karena apa yang aku rasakan di antara kita sudah cukup nyata tanpa perlu dibayangkan."

"Perasaan seperti apa yang kamu rasakan??!" Tanya saya penasaran. Persetan dengan harga diri saya.

Whuzzzz.......!!

Palos Verdes Blue yang seringan bulu dan serapuh hati pun terhempas angin... kian jauh keatas. Jauh dari atap kaca yang sedikit lagi pecah berhamburan.

Saya tetap berdiri menatap ke langit... Barisan awan kini satu-satunya yang terlihat dari balik atap kaca.

Dan saya masih berdiri... dengan sebuah pertanyaan tak terjawab. Palos Verdes Blue kembali jauh dari jangkauan.

Read More......

Wednesday, January 16, 2008

Mengawali tahun di Svarnadvipha

Tepat di tangggal 1 Muharram atau 10 Januari 2008 pukul 16.10 WIB, untuk pertama kalinya gw menginjakkan kaki di kota Palembang. Perjalanan ke Palembang ini udah gw rencanain sejak 3-4 bulan yang lalu, jauh sebagai Visit Musi 2008 di-launching. Tepatnya saat sahabat gw selama hampir 9 tahun, Syta, menyampaikan rencana penikahannya dengan bujangan Perancis yang berdomisili di New Zealand, Yves Andre. And since we're very close, I didn't have to think twice to answer "I'll definitely come!". Apalagi beberapa hari sebelum pernikahan si calon mempelai pria sudah melamar gw duluan sebagai Best Man-nya.


Oh iya, gw berangkat ke Palembang dari Jakarta bareng temen kuliah satu lagi, Andi. Andi sendiri langsung dari Makassar dan di Jakarta transit semalam. Kami dijemput kedua calon pengantin langsung plus satu teman gw yang emang asli dan warga Palembang, Andra (yang bela-belain ambil cuti 2 hari biar bisa full time nemenin kita. So sweeeeet...). Jadi dua mobil menjemput dua orang. Wasn’t that great or what? Hahaha...

For my further stories in Palembang can be read here

Read More......