Sunday, November 12, 2006

Semalam saya bermimpi...

Tidak seperti mimpi-mimpi saya sebelumnya yang cenderung absurd (kuda raksasa, kuntilanak, dll), kali ini mimpi yang mendatangi saya sangat logis dan sangat nyata. Ceritanya seperti ini:

Alkisah suatu hari saya baru pindahan kos ke sebuah gang yang asri dan bersih di kota antah berantah. Herannya, beberapa warga situ rupanya sudah mengenal saya, sementara saya sendiri tak kenal mereka. Tiap hari ada saja pertanyaan mereka, "Gimana kerja di X, enak nggak?", "Eh, benar ya kalau temen kamu si Y sudah menikah?", dll. Usil sekali, pikir saya.

Biasanya saya hanya senyum-senyum saja menjawab pertanyaan mereka, hingga satu dhari seseorang berkata, "Orang itu, yang pernah sangat berarti di hati kamu, kan baru saja pindah kos di gang ini, di rumah nomor 3." Ibarat disambar gledek, saya yang tadinya hanya mendengar angin-anginan tiba-tiba menoleh kearah ibu itu, "Apa?!", tanya saya. "Iya, dia sekarang kos di rumah nomor 3," jawabnya. "Yakin kalau itu dia? Yakin kalu pindahnya ke gang ini???"

Saya lantas bergegas mencari rumah nomor 3 itu. Bukan apa-apa, saya hanya sekedar ingin memastikan apa betul yang disampaikan ibu tadi. Mengapa tiba-tiba dia kosa? Di gang yang sama dengan saya lagi. Rumah nomor 3 berarti letaknya didekat mulut gang. Ada sebuah toko didekat situ, kurang jelas toko apa. Tapi ada sepasang anak gadis seperti kakak adik sedang asyik bermain petak umpet.

Saya lantas berkonsentrasi kembali mencari rumah nomor 3. Nah itu dia!, pekik saya bersemangat. Tapi tunggu dulu. Saya melihat nomor rumah yang tertera di gerbang rumah besar itu baik-baik. Saya picingkan mata dan yang tampak adalah tulisan 3H. Ya Tuhan, ada berapa rumah nomor 3 disini?! Saya lantas berlari panik menyusuri rumah-rumah itu satu persatu mulai dari nomor 3A untuk mengira-ngira di rumah yang mana ia berada.

Belum selesai saya mencari, tiba-tiba saya dikejutkan oleh sebuah teriakan dan.... semua menjadi gelap! Sesuatu jatuh tepat diwajah saya. Sesuatu yang hangat dan berbulu ini mencengkeram erat bagian belakang kepala saya. OMG... ternyata monyet!! Dan sepertinya dia galak sekali. Saya pun meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari makhluk berukuran seperti bayi gemuk itu. Akhirnya saya berhasil melepaskan dan menghempasnya jauh-jauh. Sial, monyet itu sempat menggigit jari kelingkung dan jari manis saya.

Zap!! Saya terbangun dari tidur. Tepat pukul 06.05 pagi.
Entah darimana munculnya, mendadak sebait lirik lagu The Groove terngiang-ngiang di kepala saya,

Bagaimana bisa, kau hadir di mimpiku. Padahal tak sedetikpun, kurindu dirimu...


Lalu, dengan langkah berat dan mata yang masih malas untuk dibuka, saya bangun dan berjalan ke ruang keluarga. Ah... ada kakak saya disitu. "Teh... Kalo mimpi digigit monyet artinya apa ya?"

2 comments:

imgar said...

monyet nya jantan atau betina..?
:p

Anonymous said...

wahh..sebuah mimpi dengan durasi FTV..bobo jam berapa sih?