Wednesday, March 07, 2007

SMS (Selasa Massage Service)

Setelah direncanakan sejak jauh-jauh hari sebelumnya, akhirnya keinginan ini terwujud juga... Ke tukang pijat!!! Dulu waktu masih di Bandung lumayan sering saya ke Panti Pijat (bukan plus-plus loh!), biasanya bersama my buddy si Ramdhani a.k.a. MokMok a.k.a Mr. Kodok ke Panti Pijat Tuna Netra Jarima (Jari-Jari Mantap - what a great name :P) di kawasan Panorama, yang dilanjutkan dengan berenang di Abadi atau VIP.

Berbekal sms ke boss:

"Mbak, saya hari ini nggak masuk yah? Udah lima hari sakit punggung nih. Tersiksa. Kayaknya hari ini mo ke tukang urut aja deh."

dan dibalas:

"OK. Cepet sembuh ya?"


Akhirnya niat luhur itu terwujud. Kebetulan sudah lima hari ini saya sakit punggung (belikat tepatnya) gara-gara salah posisi (tidur!). Hari Selasa saya nggak ngantor. Sekitar pukul 11 siang dijemput oleh seorang kawan yang tidak mau disebut namanya (sok penting yah?!) yang merekomendasikan tempat ini. Dengan dibonceng sepeda motor otomatis, saya pun melaju ke arah Cimanggu, tepatnya di Jl. Tentara Pelajar, Bogor. Begitu melihat plang tempat pijat ini yang bertuliskan: ZONA REFLEXY, saya langsung agak kecewa dengan teman saya. Soalnya saya sudah membayangkan sebuah tempat pijat atau urut, bukan tempat refleksi yang hanya berkonsentrasi di titik-titik tertentu di tubuh.

Saat memasuki pintu tempat itu, saya sempat ciut juga... karena tampak neat, clean, cozy dan comfy. Tidak seperti panti pijat IDR 35,000-an, sedangkan saya cuma membawa uang kurang dari IDR 100,000. Tapi teman saya tetap bersikukuh,
"Tenang... murah kok. Yakin deh. Makanya kalo kesini weekend harus booking dulu, soalnya murah dan sangat memuaskan"
"Should we tip them later?" tanya saya.
"Jangan... klo kata temen gw, jangan merusak harga," jawabnya diplomatis.

Ruangannya tidak begitu besar, hanya sekitar 5 bilik saja yang masing-masing hanya dibatasi oleh semacam tirai bergaya etnis yang terlihat berkelas. Khusus bilik wanita malah lebih bagus lagi, disudut bilik terdapat tanaman hias bergaya oriental dengan hiasan batu-batu kali bertebaran di lantai. Di lantai terhampar permadani lebar yang bersih, itu sebabnya kita harus menanggalkan alas kaki sebelum memasuki ruangan. Hawa ruangan ini pun sejuk oleh AC.

Setelah memilih bilik yang ada TV-nya (they let me hold the remote! heuhuehe). Kami segera diminta berganti celana dengan celana pendek kuning seragam berpinggang karet serta berbahan longgar dan ringan bermotif kotak-kotak Tartan. Setelah merendam kaki dengan air hangat, prosesi pun dimulai.

Diawali dengan jeritan-jeritan tertahan dan setetes air mata karena telapak dan jari kaki saya di"siksa" (but feel lot better after), kecuali bagian depan badan, seluruh bagian tubuh saya pun dipijat dengan baluran massage lotion yang harum dan aromanya menenangkan. Saya membayangkan pasti ketika itu saya seperti ayam utuh yang sedang dibalur bumbu dan dipijit-pijit oleh sang koki untuk mengempukannya dan membuat bumbunya menyerap. "Krek!" tangan saya dipelintir dan belikat saya yang nyeri itu pun berbunyi. Damn it felt great! Believe it or not, selama dipijat itu saya beberapa kali refleks berteriak "Aaaaaaaw.... Enak banget!!" (kaya lagi ngapain aja deh). Sampai si mbak-mbak resepsionis mendengarnya dan cekikikan.
Setelah 1,5 jam yang rruar biasa, acara pun diakhiri dengan menikmati segelas ramuan jahe hangat yang menyegarkan. Langsung pulang dengan tubuh ringan dan harum oleh lotion dan tidur lelap berjam-jam.

Ternyata teman saya tidak salah pilih. Thanks! Thanks juga udah ngebayarin (dalam rangka apa sih?). Thanks to the great well-trained masseur. And thank God my back feel whole lot better now!! Oh iya, mendengarkan pengalaman saya dipijat di Zona Reflexy, Mr. Aferza alias Bejo ngajakin kesana Sabtu besok...

Photobucket - Video and Image Hosting
a. Begitu melihat plang ini saya agak kecewa...
b. First step: rendam kaki dengan air hangat. Tujuannya untuk melemaskan kaki dan... mungkin menghilangkan bau-bau busuk tak sedap. Yikes!


Photobucket - Video and Image Hosting
c. Nah, dibagian ini saya paling banyak menahan sakit sampai keluar air mata. Refleksi kaki!
d. Eit... jangan kelewat atas ya? Geli!

Photobucket - Video and Image Hosting
e. Masseur: "Mas, mas.... ini tangan apa tales bogor ya??". Gw: *manyun mode: on*

Photobucket - Video and Image Hosting
f. Bagian paling enak nih... sampe nyaris ketiduran atau Bahasa Jermannya nundutan
g. "Aaaaaaaw enak bangeeeeuud!!!"


Photobucket - Video and Image Hosting
h. Kebayang gak tangan bisa melingker ampe kaya gitu??? And then..... "Kreeekk!" (diperagakan oleh model)

Photobucket - Video and Image Hosting
i. Masseur (sambil nonton TV): "Hah?? Machicha Mochtar ngejualin narkotika??? Gak myungkiiiiiin!!"
j. Gw (sambil menikmati kepala gw diubek-ubek): "Biasa aja deh mas... baru jualan narkoba, bukan penyu sisik hijau langka dari Pulau Bali yang jumlahnya semakin langka dan dilindungi oleh pemerintah dan WWF. Btw, Machicha Mochtar tuh yang mana sih? Yang idungnya kreasi Haji Jeje bukan???"

Photobucket - Video and Image Hosting
k. Siapa nih yang minum ramuan jahe saya?!?!?!?


*)Out of topic, my sister just messaged me few minutes ago dan bilang kalo cerpen-nya udah dimuat di Femina dan dia sekarang pengen nulis lagi. Attago sis!!!!!

5 comments:

Anonymous said...

itu bukan panti plus minus kan..
tapi saya tidak suka dipijat euy..
mending olahraga..

Anonymous said...

hihi..
jadi inget kemaren, flu dan batuk saya lebih mending stl di terapi pijat refleksi setiap hari.
sengsara membawa nikmat.

-imgar-

masbass said...

suka pijet? segar sehat di kelapa gading top abiss!! thai massagenya dahsyat! agak mahal sih, 100rb/90menit. tp kalo hasilnya 2 hari kayak melayang, itu worth bgt! :) kokuo di jalan timor menteng juga mantabb!

Ronn said...

Imgar: Emang boleh yah refleksi tiap hari?

angga: Well... that's definitely worth to try!!!

masbass said...

udah dicoba blonn?